Obat Tradisional Miom Ace Maxs Terbaik Harganya Murah, Pesan Via SMS "BARANG SAMPAI BARU ANDA BAYAR"

Sabtu, Desember 24, 2016

Jenis Jenis Penyakit Hernia dan Penanganannya

Jenis jenis penyakit hernia dan penanganannya dengan ramuan herbal alami yang aman dikonsumsi tanpa menimbulkan efek samping 

Telah banyak beredar informasi di berbagai media bahwa penyakit hernia sangatlah berbahaya. Penyakit ini sering terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita

Selain pola hidup yang tidak sehat, Hernia juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah :

  • Konstipasi yang menyebabkan pengidapnya harus mengejan
  • Kehamilan yang akan meningkatkan tekanan dalam perut
  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba
  • Penumpukan cairan di dalam abdomen (rongga perut)
  • Mengangkat beban yang berat
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Batuk berkepanjangan 

 Jenis Jenis Penyakit Hernia dan Penanganannya 



Perlu anda ketahui, Hernia dibedakan menjadi berbagai jenis diantaranya adalah :

  • Hernia inguinalis yang terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya
  • Hernia femoralis yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria

  • Hernia umbilikus yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicu hernia jenis ini adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen
  • Hernia insisi yang terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen. Hernia ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut
  • Hernia hiatus yang terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan) merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami hernia ini
  • Hernia Spigelian yang terjadi saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar
  • Hernia diafragma yang terjadi saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti hernia umbilikus, hernia ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna
  • Hernia epigastrik yang terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah
  • Hernia otot yang terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga

Segera lakukan pengobatan jika anda mengidap penyakit hernia apapun jenisnya, Karena sangat berbahaya jika dibiarkan tanpa pengobatan, Selain tindakan operasi anda bisa lakukan pengobatan herbal yang telah teruji secara klinis mampu sembuhkan hernia secara alami

Untuk selengkapnya, KLIK DISINI >> PENGOBATAN HERNIA TANPA OPERASI

Terimakasih atas informasinya, Semoga bermanfaat dan lekas sembuh :D

Jenis Jenis Penyakit Hernia dan Penanganannya

Baca juga :

0 komentar:

Posting Komentar

TOKO ACEP


Buka 24 Jam

Tanggal Merah dan HARI LIBUR TETAP BUKA !!!!

Pengelola

Konsultasi : 085.220.295.364
SMS : 082.126.444.770
PIN BB : 57312E3E

Popular Posts

Disclaimer

Perlu diingat bahwa, PENGOBATAN DENGAN OBAT HERBAL BUKANLAH PENGOBATAN SEPERTI OBAT DOKTER yang bertugas menekan symptoms (sumber amban penyakit) Tetapi, OBAT HERBAL hanya bertugas secara alami membangung, meregenerasi, me-recover jaringan, organ, maupun sel yang telah rusak, karena obat herbal merupakan herbal food suplement. Oleh sebab itulah, maka hasilnya bersifat individu (tiap orang berbeda-beda), dan kecepatan perbaikan sangat dipengarhui oleh faktor lingkungan, pola makan, tingkat keparahan penyakit, dan kondisi stress (mental)
Diberdayakan oleh Blogger.